Tantangan Merekrut dan Mengelola Karyawan Bisnis Rumahan Serta Solusinya

Merekrut dan Mengelola Karyawan Faktor Penting Dalam Sukses Bisnis Rumahan

Merekrut dan Mengelola KaryawanSalah satu faktor yang penting dalam menjalankan bisnis rumahan adalah merekrut dan mengelola karyawan. Karyawan adalah aset yang sangat vital bagi bisnis namun jika tidak dikelola dengan baik, malah akan menjadi beban berusahaan.

Beberapa hari ini, saya mendapatkan keluhan dari beberapa teman, mereka pusing menghadapi karyawan bahkan ada yang menyebabkan bisnisnya terhenti karena karyawan berulah. Memang menghadapi karyawan tidaklah mudah dan ini salah satu kemampuan terpenting dalam menjalankan bisnis.

Beberapa kasus yang berkaitan dengan karyawan yang biasa terjadi pada bisnis rumahan yang sering ditemui adalah:

  1. Karyawan yang meminta gaji besar disaat kita sedang berjuang merintis dan menumbuhkan bisnis. Bisnis rumahan seperti ini merasakan beratnya membayar karyawan, karena cash flow yang belum berjalan dengan baik. Sementara karyawan akhirnya demo dan pergi, bisnis pun berhenti.
  2. Penghianatan dari karyawan. Kasus seperti ini pun sering terjadi, dimana karyawan menghianati pemilik bisnis. Ada banyak modus yang terjadi, mulai dengan mencuri klien, memanfaatkan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi, dan menjual nama perusahaan untuk kepentingannya sendiri.
  3. Karyawan yang malas. Sering juga, karena kita merekrut pengangguran (dengan niat untuk mengurangi pengangguran) tetapi dia malah malas bekerja. Datang telat, pekerjaan tidak ada yang beres, tidak sigap, dan sebagainya.

Mengapa Harus Repot Merekrut dan Mengelola Karyawan?

Mungkin ada yang bertanya, jika kita sulit untuk Merekrut dan Mengelola Karyawan, kenapa kita harus repot-repot Merekrut dan Mengelola Karyawan? Kerjakan sendiri saja!

Meski pun Anda menjalankan bisnis rumahan, namun jika selamanya Anda kerjakan sendirian, maka bisnis Anda akan sulit berkembang. Sebab pertumbuhan bisnis akan menuntut banyak pekerjaan dan tidak mungkin dikerjakan sendiri. Artinya jika Anda tetap mengerjakan bisnis sendirian saja, artinya Anda menolak untuk bertumbuh.

Yang kita perlukan adalah bukanlah menghindari karyawan, karena keberadaan mereka sangat penting untuk pertumbuhan bisnis Anda, tetapi rekrut karyawan yang tepat dan kelola dengan baik. Karyawan adalah aset berharga, maka jadikan karyawan yang Anda rekrut memberikan nilai tambah bagi bisnis Anda.

Strategi Merekrut dan Mengelola Karyawan

Kita Merekrut dan Mengelola Karyawan untuk menumbuhkan bisnis kita.

Berkaitan dengan menumbuhkan bisnis, ada dua alasan utama tujuan kita merekrut karyawan

  1. Untuk menggantikan Anda melakukan tugas-tugas yang bernilai rendah atau rutinitas sehingga Anda bisa fokus pada pekerjaan yang bernilai dan penting. Jika Anda sibuk mengurusi hal kecil dan tidak bernilai, maka bisnis Anda tidak akan pernah tumbuh.
  2. Untuk mendapatkan dampak atau nilai langsung dari kehadiran karyawan tersebut. Dengan adanya karyawan tersebut, maka bisnis Anda akan berkembang, misalnya jangkauan pasar menjadi lebih luas dan produktivitas semakin tinggi.

Reward and Punishment

Strategi merekrut karyawan untuk dua tujuan itu tentu akan sangat berbeda. Untuk tujuan pertama Anda hanya perlu merekrut karyawan dengan kemampuan sesuai dengan pekerjaannya. Jika Anda perlu orang untuk mengurusi tata buku, maka carilah karyawan yang mengerti tata buku.

Resiko untuk karyawan ini hanyalah kemalasan dan ketidak disiplinan. Strateginya adalah dengan menetapkan peraturan sejak awal. Sebelum Anda merekrut, tunjukan peraturan itu dan sangsi yang bisa dia dapatkan jika dia melanggar dan penghargaan yang bisa dia dapatkan jika dia patuh. Jangan ragu untuk menggunakan sistem reward and punishment.

Jangan ragu untuk memecat karyawan, ini memang berat, apalagi karyawan tersebut kenal baik bahkan bisa jadi saudara kita. Namun kita harus menjalankan bisnis secara profesional atau biarkan bisnis Anda bangkrut. Jadi itu pilihan Anda, apakah membiarkan bisnis bangkrut atau tegas dalam memberikan punishment termasuk pemecatan jika diperlukan, meski pun ini adalah jalan terakhir.

Rangcang Sistem Yang Baik

Ada perusahaan dimana kolusi menjadi sebuah kebiasaan. Ada juga perusahaan dimana sangat ketat dalam masalah ini. Jika ada satu orang ketahuan melakukan kolusi, dia langsung diberikan tindakan yang tegas, meski pelanggaran itu terlihat sepele seperti mendapatkan pinjaman mobil dari vendor saat belanja ke pasar.

Saya juga melihat, ada perusahaan yang longgar dalam keselamatan kerja. Di tempat-tempat yang harusnya menggunakan helm, banyak karyawan yang tidak menggunakannya. Padahal jelas bahaya. Sementara saya melihat ada perusahaan yang begitu ketat dalam keselamatan kerja. Sama-sama karyawan orang Indonesia, yang membedakannya adalah sistemnya.

Kolusi, korupsi, kecurangan, ketidak disiplinan, kualitas, dan sebagainya bisa diatur dengan sebuah sistem. Hal-hal negatif bisa diminimalisir dengan sistem yang baik. Kualitas pun bisa dijaga dengan sistem yang baik.

Apakah sulit membuat sistem? Buatlah sistem sesuai keperluan, maka tidak akan terlalu sulit. Sistem terlihat sulit jika kita melihat sistem perusahaan besar. Untuk perusahaan atau bisnis rumahan, buatlah sistem sesuai keperluan saja.

Sistem adalah seperangkat aturan dan prosedur agar proses dalam bisnis Anda berjalan baik dan sesuai tujuan. Untuk menjaga kualitas, maka buatlah aturan dan prosedur agar kualitas produk terjaga. Untuk menghindari kecurangan karyawan pun sama, buatlah aturan dan prosedur agar kecurangan tidak terjadi.

Coba pikirkan apa saja aturan yang harus Anda buat agar karyawan Anda tidak melakukan kecurangan atau penghianatan. Anda bisa belajar kepada pebisnis lain, membaca buku, atau konsultasi. Dalam perjalanan pun Anda selalu bisa memperbaharui sistem tersebut.

Jika Anda sistem yang bisa mencegah atau setidaknya meminimalisir kecurangan dan penghianatan, maka kekhawatiran akan terjadi kecurangan dan penghianatan karyawan akan berkurang.

Sekali lagi, jangan berpikir sulit, jika sistem bisa dibuat dalam satu halaman A4, mengapa harus berpikir rumit? Membuat sistem tidak sesulit yang Anda bayangkan.

Perencanaan Bisnis Yang Matang

Jika Anda memiliki karyawan dan berat saat membayar gajinya, artinya ada perencanaan yang salah. Seharusnya kehadiran karyawan meningkatkan bisnis Anda, bukan menjadi beban. Karyawan yang memberatkan adalah karyawan yang tidak memberikan nilai tambah bagi bisnis Anda.

Ada dua penyebab, pertama kinerja karyawan yang tidak benar. Maka solusinya Anda harus meningkatkan kinerja karyawan tersebut agar memberikan nilai tambah bagi bisnis Anda.

Penyebab kedua, Anda kurang bisa mengoptimalkan potensi karyawan tersebut. Untuk itu, pikirkan cara mengoptimalkan potensi karyawan tersebut sehingga memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan pemasukan perusahaan meningkat. Sehingga akan muncul kondisi ideal, dimana kehadiran karyawan memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan, bukan sebaliknya.

Bagaimana jika karyawan menuntut gaji yang besar?

Jika perencanaan Anda sudah baik, ini tidak akan menjadi masalah. Anda harus mengambil tindakan tegas, jika kenaikan gaji karyawan tersebut tidak memberikan nilai tambah, maka jangan dilakukan. Dipecat saja? Ya, kenapa tidak? Tentu pertimbangkan kemungkinannya, bagaimana jika dipertahankan dan bagaimana jika dilepas? Ambillah keputusan yang tegas.

Seorang karyawan yang meminta kenaikan gaji, biasanya dia memiliki bargaining position yang kuat. Kemungkinan dia siap untuk dilepas. Jika menurut Anda bisa diganti oleh karyawan dengan gaji lebih rendah dan tidak akan menurunkan bisnis Anda, ganti saja. Jika seandainya akan menurun, maka pertimbangkan untung ruginya.

Kembali ke sistem. Anda juga harus merancang bahwa bisnis Anda tidak tergantung pada satu atau beberapa karyawan. Jika ada seorang karyawan berhenti dan mengganggu bisnis Anda, artinya ada masalah dengan sistem. Perbaikilah. Sistem yang baik tidak akan tergantung pada orang, sehingga kalau pun ada orang yang mengundurkan diri gara-gara masalah gaji yang tidak sesuai, Anda bisa menggantinya dengan mudah karena sistem yang kuat.

Kesimpulan

Jadi untuk Merekrut dan Mengelola Karyawan yang baik diperlukan strong leadership dimana Anda cukup kuat untuk memberikan reward and punishment, strong system yang mampu memastikan pekerjaan berjalan dengan semenstinya, dan strong planning sehingga mampu mengoptimalkan semua potensi yang ada.




This entry was posted in Manajemen and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

500 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>